Absensi Jasmine 【SAFE - TRICKS】

Dan setiap kali ada kertas bertuliskan atau “takut kehilangan” dengan tulisan miring khas Jasmine, Bu Ratna akan mengangguk kecil, lalu di buku absensi, di samping nama Jasmine, ia menuliskan bukan hanya “H” atau “I” atau “S”, tapi sebuah titik kecil—tanda bahwa ia melihat, ia memahami, dan ia hadir untuk Jasmine, lebih dari sekadar angka kehadiran.

Hari Selasa, Jasmine hadir. Rambutnya diikat sedikit acak, matanya sembab. Ia tersenyum tipis saat Bu Ratna menyebut namanya. “Hadir, Bu,” katanya lirih. absensi jasmine

“Ibu tahu kamu sedang berat,” kata Bu Ratna kemudian, suaranya lembut tetapi tegas. “Tapi kehadiranmu di sini bukan hanya untuk absensi. Kamu punya teman-teman, punya ibu guru yang peduli. Kalau capek, jangan ragu bilang.” Dan setiap kali ada kertas bertuliskan atau “takut

Berikut adalah sebuah cerita pendek dengan tema : Absensi Jasmine Ia tersenyum tipis saat Bu Ratna menyebut namanya

Jasmine menggeleng pelan. Air matanya jatuh. Ruang kelas hening.

Bu Ratna menghela napas panjang. Ia menuliskan keterangan “S” (Sakit—keterangan untuk keluarga) dengan agak menekan. Di dalam hati, ia khawatir. Bukan hanya soal nilai, tapi tentang beban yang dipikul gadis seusia Jasmine.

“Ibu, Jasmine tadi sempat chat,” kata Sarah, teman sebangkunya. “Katanya ayahnya masuk UGD lagi.”