Pada tanggal 5 Juli 2014, kapal penumpang Van der Wijck yang membawa 147 orang, termasuk penumpang dan kru, mengalami kecelakaan laut di perairan Indonesia. Kapal yang berlayar dari Jakarta menuju Semarang ini tenggelam di perairan dekat Pulau Jawa, menyebabkan banyak korban jiwa.
Proses penyelamatan yang cepat dan efektif oleh tim SAR dan pihak berwenang membantu menyelamatkan banyak nyawa. Kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian juga membantu dalam upaya penyelamatan. Pada tanggal 5 Juli 2014, kapal penumpang Van
Kapal Van der Wijck berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada pukul 08.00 WIB dengan tujuan Semarang. Namun, beberapa jam setelah berlayar, kapal ini mengalami kesulitan dan mulai mengambil air. Diduga, kebocoran pada lambung kapal menyebabkan air masuk ke dalam kapal dengan cepat. Kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian
Dengan berakhirnya proses pencarian dan penyelamatan, keluarga korban meninggal dunia mendapat dukungan dan empati dari masyarakat. Kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di laut dan perlunya kewaspadaan dalam melakukan perjalanan dengan kapal. Diduga, kebocoran pada lambung kapal menyebabkan air masuk
Pada pukul 17.00 WIB, kapal Van der Wijck dilaporkan tenggelam di perairan sekitar 40 mil laut dari pantai utara Jawa. Tim SAR (Search and Rescue) segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya keselamatan laut dan meminta semua kapal untuk mematuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
Dari 147 orang yang berada di kapal, 13 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 134 orang lainnya berhasil diselamatkan. Korban meninggal dunia akibat hipotermia, tenggelam, atau terluka saat proses penyelamatan.